Mengenal Hidroponik Sistem Benggala

Mengenal Hidroponik Sistem Benggala
Mengenal Hidroponik Sistem Benggala

Mengenal Hidroponik Sistem Benggala - Sistem benggala mulai populer di India tahun 1945. Benggala adalah nama daerah di India yang menjadi ajang percobaan hidroponik. Sebagai tahap pertama dimulai dengan studi penelitian di kebun percobaan Benggala di Kalimpong, Distrik Darjeeling, India.

Pada permulaan, persoalan yang dihadapi sama dengan yang dihadapi negara-negara di benua lain. Meskipun hidroponik terbukti praktis, dan telah sukses menaikkan produksi pertanian, tapi bagaimana mengadoptasi cara tersebut ke India. India terkenal daerah yang miskin dan kaya akan penduduk. Banyak kawasan yang gersang tak mungkin ditumbuhi tanaman. Sementara kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat.

Pioner yang paling berjasa mensukseskan sistem benggala di lndia, ialah James Doughlas, orang terkemuka yang berhasil merakit hidroponik dalam bentuknya yang paling murah dan mudah diterapkan sesuai dengan kondisi setempat. Melalui idenya yang cemerlang itu, ia pula menulis dua buku penuntun praktis di lapangan.

Sistem ini sangat praktis untuk dicoba di kawasan di mana metode berkebun tak mungkin lagi dilakukan karena berbagai faktor. Selain itu, sistem benggala ini terbuka pula kemungkinan untuk dicoba di rumah, untuk tanaman hias maupun untuk menambah kebutuhan akan sayurmayur. ‘

Berkat ditemukannya sistem benggala, maka asumsi terhadap hidroponik yang selama ini dianggap termasuk mahal, tak tepat lagi. Sistem benggala merupakan penerapan dasar-dasar hidroponik dengan biaya yang semurah mungkin.

Mengenal Hidroponik Sistem Benggala
Mengenal Hidroponik Sistem Benggala

Tak perlu lagi rumah kaca atau muluk-muluk. Bagi ibu-ibu yang mencoba hidroponik sekedar penyaluran hobi tentu sudah lain persoalannya. Wadah yang antik sudah tentu turut sebagai jaminan indah tidaknya tanaman hias tersebut. Bahan-bahan yang digunakan dalam sistem benggala adalah bahan yang ada di masyarakat itu sendiri.

Sebagai bahan kontainer yang dalam sistem benggala disebut petakan-petakan, terbuat dari asbes, beton, tanah liat, lumpur atau bahan lain yang tak bereaksi dengan bahan kimia, termasuk kayu. Logam dari besi bisa juga digunakan tapi terlebih dahulu dibuat lapisan aspal yang menutupi semua permukaan petakan tersebut.

Bila ingin mencoba sistem benggala dalam ukuran agak besar, maka petakan itu dibuat lebih besar. Bagi ibu-ibu di pedesaan tanpa ragu-ragu bisa juga menerapkan sistem benggala dengan membuat petakan-_pe-takan kecil dari lumpur atau tanah liat yang banyak ditemukan di lingkungan mereka. Petakan ini dibuat tingginya 14-20 cm. dengan tebal 3-8 cm. Kalau bahan ini terbuat dari asbes dan kayu atau beton, tebalnya dinding bisa dikurangi. BacaJuga : Tips Membuat Hidroponik Metode Gaya Berat

Hampir tidak ada kesulitan dalam merakit petakan-petakan ini. Misalnya kalau petakan dari asbes, berarti asbes ini harus dibentuk berupa petakan. Itu pun tak sulit, lantaran asbes bisa digergaji atau dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan. Kalau dibuat dari semen. berarti harus dibuat dengan campuran pasir. Tapi sebelum mulai merakit petakan, sudah ditentukan dulu ukuran yang dibutuhkan. Misalnya lebar dibuat satu meter, sedangkan panjangnya bisa dibuat 1,5 sampai 3,5 meter.

Sistem benggala di India. Petakan dibuat berupa petakan di sawah, lalu larutan disuplai dari tank penmpuran yang disalurkan melalui pipa.

Setiap petakan dibuat beberapa lubang drainasi yang bisa ditutup buka. Lubang drainasi ini _berfungsi untuk mengalirkan larutan mineral, atau sebagai sumber hidrogen bagi tanaman. Kecuali itu , karena petakan ini dibangun di tempat terbuka, maka lubang tersebut bisa pula bertindak mencegah banjir pada hujan yang berlebihan. Lubang setiap petakan ini dibuat sedemikian rupa, yakni dekat di bagian sambungan antara lantai petakan dengan dinding petakan.

Setelah petakan dibuat dan teruji baik kekuatannya, maka dimasukkanlah media tanamnya. Media tanam yang digunakan adalah media tanam aggregate yakni, arang, kerikil, pecahan genteng, arang dan lain-lain. Media anggregate ini diisi dalam petakan setinggi 12 cm, dan sisanya diisi dengan pasir atau bubuk batu karang dua sampai 3 bagian.

Campuran inilah yang merupakan ciri khas dari hidroponik sistem benggala. Campuran ini pun bisa dimodifikasi atau dibuat variasi lain. lni semua tergantung dari kemauan kita. Semakin banyak mencoba, semakin banyak terungkap seluk beluknya. Baca Juga : Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate

Menghindari penyiraman yang bisa menimbulkan rasa sebal, bisa diatasi dengan menyalurkan larutan mineral melalui slang pipa. Agar lebih murah, bisa pula digunakan bambu yang dibuat sedemikian rupa sehingga setiap petakan bisa dialiri larutan mineral tanpa harus melakukan penyiraman. Pipa larutan ini dibuat memanjang mengikuti panjang petakan dan setiap satu meter dibuat lubang. Larutan yang dialirkan dari tank pencampuran larutan akan mengalir lewat pipa sederhana ini dan menyirami setiap petakan.

Di India, untuk memenuhi kebutuhan akan media tanam, ini para penduduk banyak yang mencongkel dan memukuli gunung-gunung karang yang banyak ditemukan di kawasan itu. Kerikil-kerikil karang dicampur dengan serbuk karang itu sendiri merupakan media tanam yang telah terbukti sukses menaikkan produksi pangan di India. Tanaman yang dimasukkan dihidroponik hampir tak terbatas lagi jumlahnya.

Hidroponik Sistem benggala itu sendiri makin lama makin meluas dan telah dikuasai banyak petani. Terbuktilah bahwa hidroponik bukanlah termasuk industri yang tergolong mahal dan terbatas untuk orang berduit, tapi hidroponik adalah metode murah bercocok tanam dengan hasil yang melimpah-ruah.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url