Daftar Isi: [Lihat]

Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate
Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate

Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate - Kecuali pasir dan air, masih ada beberapa media tanam lain yang dapat digunakan. Di antaranya yang terkenal baik adalah kerikil, pecahan genteng dan bata, gabus putih (styrofoam), serbuk kayu dan lain-lain. Media ini seperti biasa harus disterilkan lebih dahulu. Menyeterilkan media serupa ini bisa dengan jalan pemanasan, bisa pula dengan jalan menyikatnya sampai bersih menggunakan air sabun hangat-hangat kuku.


Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate
Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate

Mengenal Hidroponik Metode Kultur Porrus atau Aggregate

Semua bahan ini memiliki kadar kesarangan yang tinggi dan amat baik untuk mengalirkan jumlah air yang berlebihan. Jadi fungsinya tak lain dari sekedar mengalirkan makanan dan menolong tanaman berdiri. Pengadaan benda-benda ini tergolong mudah dan murah. Penggunaannya tak banyak mengundang kerepotan. Hanya saja dengan menggunakan media ini tanaman mudah kering berarti pula kita harus rajin menyiramnya.

Untuk menghindarkan kesulitan ini, ada baiknya dicampur dengan pasir. Pasir akan lebih mampu menahan air dan tingkat kebasahan’ lebih lama sementara kerikil atau pecahan genteng ini bertindak untuk mengalirkan air yang berlebihan. Campuran yang terkenal baik adalah lima bagian kerikil, tiga bagian pasir. Dengan campuran berikut, tanaman cukup disiram dengan larutan sekali sehari. Menggunakan pecahan bata sebagai media tanam, berarti bentuk dan ukurannya harus dirubah dahulu. Ukuran yang ideal antara 1-1 1,5 cm. Jadi tergolong kecil-kecil.

Namun menurut pengalaman, pecahan bata ini kurang praktis untuk digunakan karena membersihkannya agak sulit di samping bahan ini dapat berubah menjadi busuk dan secara drastis akan mengubah tingkat pH dari larutan mineral yang digunakan. Namun dengan perhatian dan perawatan khusus, bata juga bisa digunakan sebagai media tanaman untuk mencoba sistem hidroponik.

Bahan yang paling baik adalah vermiculite dan perlite. Kedua bahan ini termasuk material asli yang mempunyai jumlah partikel yang cukup menyerap panas. Malah bahan perlite ini bisa digunakan tanpa bantuan atau campuran bahan lain. Kalau mau dicampur dengan bahan lain pun tak ada kesulitan. Bahan ini bisa dicampur dengan pasir kasar dengan perbandingan dua bagian vermiculte atau perlite, satu bagian pasir.

Melalui pencampuran kedua bahan ini maka larutan akan dapat dialirkan sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan tingkat kebasahan yang ideal. Lantaran bahan ini tergolong ringan, hendaknya digunakan pada saat bahan lain sulit ditemukan atau banyak problemanya.

Serbuk kayu termasuk salah satu pilihan untuk media tanam. Namun serbuk ini punya kecenderungan untuk berubah atau menggumpal dan menjadi penghalang aliran larutan. Kecuali itu serbuk ini bisa berubah busuk dan hancur, serta barangtentu menjadi sumber hama dan penyakit, yang sekaligus membawa kerugian atau kematian bagi tanaman.

Metode kultur aggregate dapat dibedakan berdasarkan irigasi larutan yang diberikan, yakni :

Sebutan ini dikenakan pada kontainer atau tabung yang kedap air, di mana larutan mineral disuplai melalui pompa secara teratur. Sebaliknya kontainer akan mengalirkan sisa larutan melalui drainasi yang dibuat sedemikian rupa, sehingga sistem ini berjalan dengan otomatis dan dianggap cara yang paling efisien. Sayangnya biayanya agak mahal dan cuma cocok untuk diterapkan dalam areal yang luas, seperti halnya rumah kaca.

Metode gaya berat

Untuk Metode ini silahkan baca artikel lengkapnya pada artikel Tips Membuat Hidroponik Metode Gaya Berat

Metode Kompresor

Metode ini pun tak sulit dilakukan. Caranya dengan menggunakan pompa udara untuk mendorong larutan makanan ke bak tanaman. Untuk menyalurkan hobi agaknya cara ini tergolong mahal dan cuma sesuai untuk areal yang lebih luas. Keuntungannya adalah bahwa kontainer tempat larutan tidak terbatas tempatnya. Bisa posisinya lebih rendah dari bak tanaman, karena bagaimana pun larutan akan didorong oleh pompa udara ke bak tanaman.